Rabu, 21 November 2012

Letter



Hari ini begitu dingin. Sedingin hatiku padamu. Hampir membeku. Tak ada lagi hasrat untuk melunak, berdamai. Bahkan kau seperti ingin membangun tembok tebal dan tinggi di antara kita. Atmosfir yang mendung sudah menyelimuti sejak 2 hari terakhir. Sejak aku memutuskan untuk menolak uluran ikatan yang kau tawaran. Oke, aku menerima. Begitu ujarmu. Namun nyatanya? Saat itu juga, detik itu juga, kau mengakhiri percakapan itu. Ada tugas yang perlu diselesaikan. Begitu alasanmu saat kutanya mengapa. Ya sudah, besok masih bisa berlanjut, begitu fikirku.
Actually, tomorrow, tomorrow until now, not communication again. Aku sudah mencoba mengawali, namun stag. Buntu. Setelah itu, ponselku kembali hening.
Aku ingin bertanya satu hal. Semoga kau menyadarinya (ya, kau yang di sana, yang biasa bersamaku). Apa yang kamu maksud dengan “Aku puas karena aku tidak menjadi pengecut yang memendam isi hatiku”. Tapi apa dengan merubah sikapmu ini kamu bebas dari jabatan seorang pengecut? Pecundang? Answer by your self !!
Dua mata kuliah yang sama denganmu hari ini sungguh menyesakkan. Akankah perang dingin ini berakhir??!!
Cerita itu sudah berakhir aku rasa. Seperti yang kau bilang. It is the ending. Takkan ada lagi lanjutan kisah untuk mengisi episode-episode selanjutnya. Banyak kisah yang telah kuukir denganmu. Kuakui itu, namun hal itu tak mampu menjadi modalmu untuk merobek rajutan kenanganku bersamanya, yang terlampau banyak, berkali-kali lipat. Mengertilah !!
Aku masih heran, apa yang kau maksud dengan pacaran?? Apa hanya karena dua orang yang selalu bersama dan saling menyayangi harus selalu menjadi pacar? Apa hanya karena sepasang kekasih yang terpisahkan ruang harus memutuskan ikatan yang telah mereka anyam?
Saat tatapan mata bertemu, tak ada lagi senyuman dan rasa hangat yang menjalar. Hanya bersisa kilatan kebencian dan kekecewaan yang mendalam. Sejujurnya bukan kau yang kubenci. Tapi sikapmu  yang tak aku suka.
Apa kamu fikir hanya kamu yang berkorban? Dengan berbuat baik dan memperlakukanku berbeda. Apa kamu fikir aku hanya memanfaakanmu? Dengan mendekatimu dan membuatmu memperlakukanku begitu spesial. 

*when civic and religious lessons take place*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar