Setelah minggu lalu mendekam di kosan karena lupa tanggal merah,
akhirnya minggu ini aku bersenang-senang. Kemarin, 1/2 personel HMITP ngaliwet di kosanku. Hari ini aku jalan-jalan dong.. :)
Awalnya
hanya ingin menambah koleksi rok dan gamis, ceritanya pengen jadi
sebaik-baiknya perhiasan dunia (amiin). Kemana aku pergi? Thamrin City,
kebetulan aku belum pernah pergi ke sana. Ya, memang benar aku sudah berada di sini sekitar 2 tahun, tapi banyak tempat yang belum aku datangi. Jika ada yang bertanya sudah pernah ke Kota Tua? jawabanku belum. Taman Ismail Marzuki? jawabanku belum. Plaza indonesia? belum. Grand Indonesia? baru tadi. Lalu kemana aja kamu selama ini? kosan-kampus, kosan-Farmers, kosan-Epiwalk, kosan-Setiabudi, kosan-Mall Ambasador, kosan-Kota Casablanca, kosan-stasiun Tebet, kosan-Pusda, kosan-Ragunan, Kosan-Blok M, yah
berkutat di situ-situ saja, tidak lepas dari kosan. Asal tahu saja,
gaya gravitasi di kosanku lebih kuat daripada di tempat manapun selain
rumah. Ngeles :D
Seperti biasa, sekalinya aku jalan-jalan keluar, inginnya semua tempat terjarah, wara-wiri ngicip makanan, lihat-lihat barang bagus, kalo mampu, ya beli. Dan Ka Ana, selain menjadi guide juga teman belanja yang menyenangkan. :*
Dari
Thamrin City, kami beranjak ke Grand Indonesia. Aku belum pernah ke
sana, norak-norak deh bodoamat. :'D Kesan pertama: semuanya terkesan
serba ekslusif, mengingatkanku pada Mall Kelapa Gading yang jadi tempat
tongkrongan 2 tahun lalu.
Uwhh, barangnya lucu-lucu, harganya pun
lucu. belum sekelas dengan kocek masa kini. Diam-diam aku bertekad aku
harus menjadi orang yang berkecukupan, cukup untuk membiayai kebutuhan
primer, cukup untuk kebutuhan sekunder, dan cukup untuk belanja tersier,
hehe. Biarlah tidak termasuk 7 turunan yang sejahtera seperti
eyang-kakungku, setidaknya aku harus berusaha untuk menjadi generasi
pertama yang makmur untuk keturunanku nanti, amiin.
Selain
melihat-lihat kemewahan dunia yang kinclong tanpa cacat, ada 1 tempat
yang selalu penasaran aku kunjungi di setiap mall besar: Mushola.
Sebelumnya aku pernah berkesempatan pergi ke Gandaria City dan dibuat
kagum dengan musholanya yang indah. apakah GI juga punya mushola sekece
itu? ternyata ya. Meski tidak sebesar di GC, mushola di GI bisa dibilang
nyaman. Ini baru mall teladan. :p
Jumlah orang yang solat di sana
kala itu lumayan terbilang banyak, mengingat tipe pengunjung mall yang
merupakan orang-orang hedonis. Alhamdulillah.
Tertangkap oleh
mata, seorang mbak sedang solat di sampingku. wajahnya cantik, kuterka
perawakannya semampai, tipe-tipe wanita berduit yang rajin merawat
tubuh. solatnya terkesan khusyu, tidak terburu-buru seperti yang sedang
senam pagi. Namun entah kenapa feelingku mengatakan Mbak ini bukan
wanita berjilbab. Setelah selesai solat, ia melipat mukenanya. Kucuri
pandang sesaat, ada yang berdesir dalam hati. Bukan hanya tak berjilbab,
pakaiannya pun you-know-what-I-mean. But, I apreciate that she was still willing to sholat.Yeah, that's always right that dont judge someone by the cover.
Tiba-tiba
aku mengajukan 1 pertanyaan pada Kakak yang ada di sampingku, "Ka Ana,
lebih baik mana, wanita yang berpakaian sopan dan berjilbab tapi tidak
solat, dibandingkan wanita berpakaian terbuka tapi tidak pernah terlewat
melaksanakan solat?" dan beliau menjawab, "Engga ada yang baik
pilihannya, Dek."
Astagfirullahaladzim...
Wallahu'alam...
"kita merasa siap karena kita mampu. Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu, tapi memampukan orang orang yang merasa terpanggil" kata mbak urfa qurrota ainy. semoga mbak mbak tadi merasa terpanggil untuk melindungi dirinya dengan hijab ya my koallaa~ :)
BalasHapusamiin kakak koalla.. :) afwan baru sempet publish
BalasHapus