Minggu, 06 April 2014

One Day with Ka Ana

Setelah minggu lalu mendekam di kosan karena lupa tanggal merah, akhirnya minggu ini aku bersenang-senang. Kemarin, 1/2 personel HMITP ngaliwet di kosanku. Hari ini aku jalan-jalan dong.. :)
Awalnya hanya ingin menambah koleksi rok dan gamis, ceritanya pengen jadi sebaik-baiknya perhiasan dunia (amiin). Kemana aku pergi? Thamrin City, kebetulan aku belum pernah pergi ke sana. Ya, memang benar aku sudah berada di sini sekitar 2 tahun, tapi banyak tempat yang belum aku datangi. Jika ada yang bertanya sudah pernah ke Kota Tua? jawabanku belum. Taman Ismail Marzuki? jawabanku belum. Plaza indonesia? belum. Grand Indonesia? baru tadi. Lalu kemana aja kamu selama ini? kosan-kampus, kosan-Farmers, kosan-Epiwalk, kosan-Setiabudi, kosan-Mall Ambasador, kosan-Kota Casablanca, kosan-stasiun Tebet, kosan-Pusda, kosan-Ragunan, Kosan-Blok M, yah berkutat di situ-situ saja, tidak lepas dari kosan. Asal tahu saja, gaya gravitasi di kosanku lebih kuat daripada di tempat manapun selain rumah. Ngeles :D
Seperti biasa, sekalinya aku jalan-jalan keluar, inginnya semua tempat terjarah, wara-wiri ngicip makanan, lihat-lihat barang bagus, kalo mampu, ya beli. Dan Ka Ana, selain menjadi guide juga teman belanja yang menyenangkan. :*
Dari Thamrin City, kami beranjak ke Grand Indonesia. Aku belum pernah ke sana, norak-norak deh bodoamat. :'D Kesan pertama: semuanya terkesan serba ekslusif, mengingatkanku pada Mall Kelapa Gading yang jadi tempat tongkrongan 2 tahun lalu.
Uwhh, barangnya lucu-lucu, harganya pun lucu. belum sekelas dengan kocek masa kini. Diam-diam aku bertekad aku harus menjadi orang yang berkecukupan, cukup untuk membiayai kebutuhan primer, cukup untuk kebutuhan sekunder, dan cukup untuk belanja tersier, hehe. Biarlah tidak termasuk 7 turunan yang sejahtera seperti eyang-kakungku, setidaknya aku harus berusaha untuk menjadi generasi pertama yang makmur untuk keturunanku nanti, amiin.
Selain melihat-lihat kemewahan dunia yang kinclong tanpa cacat, ada 1 tempat yang selalu penasaran aku kunjungi di setiap mall besar: Mushola. Sebelumnya aku pernah berkesempatan pergi ke Gandaria City dan dibuat kagum dengan musholanya yang indah. apakah GI juga punya mushola sekece itu? ternyata ya. Meski tidak sebesar di GC, mushola di GI bisa dibilang nyaman. Ini baru mall teladan. :p
Jumlah orang yang solat di sana kala itu lumayan terbilang banyak, mengingat tipe pengunjung mall yang merupakan orang-orang hedonis. Alhamdulillah.
Tertangkap oleh mata, seorang mbak sedang solat di sampingku. wajahnya cantik, kuterka perawakannya semampai, tipe-tipe wanita berduit yang rajin merawat tubuh. solatnya terkesan khusyu, tidak terburu-buru seperti yang sedang senam pagi. Namun entah kenapa feelingku mengatakan Mbak ini bukan wanita berjilbab. Setelah selesai solat, ia melipat mukenanya. Kucuri pandang sesaat, ada yang berdesir dalam hati. Bukan hanya tak berjilbab, pakaiannya pun you-know-what-I-mean. But, I apreciate that she was still willing to sholat.Yeah, that's always right that dont judge someone by the cover.
Tiba-tiba aku mengajukan 1 pertanyaan pada Kakak yang ada di sampingku, "Ka Ana, lebih baik mana, wanita yang berpakaian sopan dan berjilbab tapi tidak solat, dibandingkan wanita berpakaian terbuka tapi tidak pernah terlewat melaksanakan solat?" dan beliau menjawab, "Engga ada yang baik pilihannya, Dek."
Astagfirullahaladzim...
Wallahu'alam...

2 komentar:

  1. "kita merasa siap karena kita mampu. Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu, tapi memampukan orang orang yang merasa terpanggil" kata mbak urfa qurrota ainy. semoga mbak mbak tadi merasa terpanggil untuk melindungi dirinya dengan hijab ya my koallaa~ :)

    BalasHapus
  2. amiin kakak koalla.. :) afwan baru sempet publish

    BalasHapus