Tiba-tiba mataku menangkap sesosok hitam di atas lemari baju.
Pelan tanganku membuka pintu lemari dan mengambil sebotol parfum. Tidak ingin
membuang kesempatan, langsung kusemprot makhluk itu. Mungkin dia kaget, tidak
mengantisipasi seranganku, akhirnya dia bergelantung, bergantung, dan jatuh. Saat
tubuhnya mendarat mulus di lantai, pada detik itu juga aku loncat ke atas Kasur.
Hiii, melihatnya saja sudah cukup membuatku bergidik.
Dilihat dari gerak tubuhnya, serangan parfum tadi cukup
membuatnya pusing. Agak lama dia bertahan, berputar-putar tanpa arah. Kesal
karena dia tak kunjung mati, aku kembali menyerang makhluk itu. Namun sejurus
kemudian aku berteriak, ternyata dia malah mendekat. Kalap, daripada aku yang
diserang, akhirnya kuputuskan untuk membunuhnya dengan cara ‘instan’. kuambil
selembar tissue, kuletakkan perlahan di atas tubuhnya, lalu berkali-kali
kupukul dengan botol air mineral. Huft, akhirnya dia mati juga.
Waktuku sudah banyak tersita olehnya, sedangkan kelas pagi
dimulai 15 menit lagi. Aku harus buru-buru jika tidak ingin terlambat. Terpaksa
sesosok mayat itu aku tinggalkan begitu saja di kamarku, tergeletak dengan hanya
ditutupi selembar tissue.
Begitulah ceritaku pagi tadi. Sedikit ‘psikopat’ mungkin. Pembunuhan
tragis terhadap seekor laba-laba kecil yang tak berdosa. Ya, dia memang tidak
berdosa, tapi dia bersalah karena melanggar batas wilayah kekuasaanku, dan aku
tidak suka itu.
Kejadian tadi bukan pembunuhan pertama yang aku lakukan. Hampir
semua korbanku adalah binatang yang menjijikkan yang aku takuti.
Dari peristiwa itu
aku berfikir tentang orang-orang yang bersikap keras, kasar, judes, jutek, dan
memperlihatkan sikap permusuhan. Tak jarang orang-orang bersikap seperti itu
karena mereka melindungi atau menjaga yang dia tidak ingin orang lain
mengetahuinya. Analogi sederhana adalah seekor ibu harimau. Dia buas karena dia
melindungi anaknya. Boss sangar karena menjaga wibawanya.
Pembahasan ini agak men-general sih. Tapi tak apalah. Intinya
hanya ingin menyampaikan bahwa dibalik sikap ‘superpower’ seseorang pasti ada
sesuatu yang ia lindungi, yang ia takuti, dan ia jaga dengan sikap
superpowernya itu. Bingung ga? Kalo bingung leptopnya banting aja. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar