Kamis, 10 Januari 2013

Open House Ub 100113

Terlambat bangun !! Selalu begitu di hari libur. Tak peduli akan ada kegiatan di luar atau tidak. Pikiran sudah diseting bahwa hari ini libur, dan saya berhak tidur kembali di pagi hari.
Ini hari kamis, seperti yang sudah saya bilang, hari ini libur. Tapi, di kampus ada even ynag harus saya ikuti, open house UB. Sebenarnya bukan kewajiban sih, tapi karena sudah mengusulkan diri untuk ikut andil, ya saya harus tanggung jawab dong.
Bertiga, aku, Farrah dan Faisal, yang akan hadir hari ini. Sebagai anak sulung prodi baru, kami harus berusaha mencerminkan image sebaik mungkin pada adik-adik yang akan datang hari ini. oleh karena itu, kami ingin membuat sesuatu yang bisa menarik minat mereka untuk mengenal prodi ini, ilmu dan teknologi pangan.
Pagi sekali aku bangun. Dingin yang menerpa, tentu. Dengan nyawa yang masih ngawang-ngawang, aku menggedor kamar farah, bertanya kapan akan belanja ke pasar.
Pintu terbuka, muncul sesosok farah yang sebagian nyawanya masih di alam mimpi juga. *Hehe peace Ra, aku kira kau sudah bangun sebelumnya.
Karena sang partner belum siap untuk menginjakan kaki di luar kosan *sebenarnya masih ingin memeluk bantal juga :D , aku melesat ke kamar dan…… kembali tertidur. Hingga pukul DELAPAN !! Saat bangun, melirik jam, langsung bangkit. Masih mengerjap-ngerjapkan mata, tidak percaya bahwa si kaki tiga sudah berlari jauh, melewati angka 8.
Aku dan Farrah pergi belanja pukul 9. Maksud hati ingin membeli semua perlengkapan yang dibutuhkan. Namun apa daya yang didapat hanya permen (sebagai souvenir), dan karton putih. Sterofoam, karton hitam, pita dekor, dan play dough belum kami dapatkan. Masya Allah… Faisal yang direncanakan sampai kosan pukul 9 pun masih tertahan macet di Ciputat. Tahu kan seberapa lama Ciputat Kuningan?? Itu bukan sesuatu yang bisa ditunggu. Akhirnya, kami memutuskan untuk sarapan dahulu.
Teng, jarum jam terus berputar. Sudah pukul 10 lebih faisal belum juga terlihat tanda-tanda kedatangannya. Lalu, Farrah dengan ketulusan hatinya *cieee, berinisiatif untuk pergi ke pasfes sendiri mencari bahan yang kurang, sementara aku mempercantik souvenir.
Satu jam kemudian Farah kembali, dan Faisal belum juga datang !! Rencana diubah. Seperti yang diajarkan film-film action James Bond, kita harus punya plan B. dan itulah yang aku lakukan bersama Farrah. Sementara tangan sibuk mengerjakan apa yang diperintahkan otak, dengan dagdigdug kepanikanku, HP malah sibuk menerima telpon dari Denny, mengabarkan bahwa kami sudah sejak tadi dicari dan ditunggu Ka.Prodi untuk menangani stand. Hingga akhirnya Denny bilang bahwa Bapak yang menyiapkan semuanya.
Jelbb!!! Perasaan bersalah semakin menyusup. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak mungkin meninggalkan pekerjaan yang setengah jalan -yang juga menjadi alasan mengapa kami telat- sementara kami datang dengan tangan kosong. Ya sudah, aku bilang ke Denny kalau kami sedang jalan ke kampus *untuk menenangkannya, padahal kami pun sama sekali tidak tenang.
Keadaan yang sudah kalut, semakin kacau saat ibu kos tiba-tiba muncul di tangga dengan sikap berunagnya. Aku yang merasa tidak punya salah padanya hanya bilang maaf untuk sejenak rumah kosnya berantakan. Ternyata bukan itu yang membuatnya geram. Aku dan Farrah mengizinkan laki-laki untuk berada di depan kamar kos kami (kamarku dan Farrah berada di lantai 2, dan itu daerah terlarang untuk ikhwan). Oh My God !! aku lupa Faisal itu laki-laki. Hehe maaf Mas Faisal.
Dalam keadaan normal mungkin aku akan merasa bersalah. Tapi ini tidak. Aku malah ikut mengomel di belakang ibu kos, tentu dengan bahasa yang tidak dimengertinya. bergegas kami berkemas dan meluncur ke kampus.
Singkat cerita, kami bertiga sampai di kampus, berurutan dari Faisal, aku dan terakhir Farrah. Sudah banyak orang memang. Dengan nafas yang ngos-ngosan, aku bantu Faisal dan Denny menempel-nempelkan ‘prakarya’ kami. Sekilas kulihat kekesalan Bapak masih tergurat. Ya Allah. Akhirnya selesai juga. Meski sangat terlambat untuk sebuah persiapan, tapi masih bisa dikatakan tepat untuk ukuran acara. Alhamdulillah.
Buat Bapak
Maaf ya, Pak. Kami tidak bermaksud telat dan buat Bapak kesal. We will better later. Promise jari kelingking deh. 
Buat Mas Ivan dan Mas Kurnia
Thanks sudah membimbing dan membantu.
Buat Denny
Makasih ya sudah handle tugas kita. Yu ar awer epriting lah. 
Buat Farrah dan Faisal
Not too bad job. We can still repaire it for next season. 
Buat Gayu dan Yunita
Thanks sudah hadir membantu.. 
Buat ibu kos
Bu, sanes abdi teu ngartos aturan anu aya. Tapi pan abdi kitu oge lantaran aya alesanana. Da biasana oge tara ngajak-nagjak pameget ka luhur atuh. Sing nagrtos atuh, Bu. Nya mangga ari Ibu masih ngomel-ngomel mah, abdi mah bade ngalih wae, da seueur ieuh kosan mah, sanes di Ibu hungkul. 
And the last but not least, hehe Thanks for Mas ZCA yang sangat-sangat membantu kelancaran sepak terjang anak pangan. Hahaha

Note: Ra, lain kali kalo ga ada uang kecil buat bayar ojek, jangan gadein kunci kosan lagi ya :P hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar