Kini aku menulis karena hanya aku ingin menulis. Biarlah tak usah ada editing karena ini tulisan murni, buka sebuah karya ilmuaih yang karus rata kanan kiri, spasi 2, dan penempatan huruf kapital yang sesuai.
Kalo berbicara perasaan pasti akan berhubungan dengan hati. Karena perasaanku yang sedang tidak menentu, maka aku kaan bilang kalo yang sakit saat ini adalah ahtiku, bukan lutut, kaki, atau bahkan otak *gila lah kalo otakku yang sakit.
Aku tidak akan menghubungkan yang kualami sekarang dengan kejadian serupa yang mungkin dialami juga oleh kalian. Ini real yang aku alami sekarang. Dengan sedikit penghalusan dalam bahasa serta penyamaran sang objek.
Waktu itu, aku sangat bahagia karena akan berbuat sesuatu yang akan mengejutkan dan membuatnya senang. Makhluk pemakan roti bilang sih surprise. Jreng jreng. Tujuanku berhasil, setidaknya menurutku begitu.
Ternyata dalam kebaikanku ini ada modus. Manusia, manusia, kapan kau berbuat baik tanpa pamrih?? BESOK !! *ngakak. Aku memperhatikannya, menyiapkan segala untuknya karena aku ingin dia pun berbuat lebih padaku. Wajar? Atau kurang aja?? Sepertinya pilihan yang kedua, ya kah?
Aku mau tanya, kalo kalian sudah memperlakukan teman kalian spesial, apa yang kalian harap? Kebaikan balik kan? Sakit ga kalo ternyata dia lebih mementingkan orang lain yang bahkan tidak sespesial kita dalam memperlakukan dia? aku rasa kalian pun akan menganggukan kepala.
Sepele kan masalahnya? Tapi kalo sedang dialami sendiri ini akan membawa efek yang dahsyat. Mual-mual, migran, alergi (ketemu orangnya, balas smsnya, angkat telponnya) dan gejala lainnya. Ajaib, karena hal sepele bisa begitu berpengaruh.
Mungkin bukan hanya aku yang saat inin merasakannya. Mungkin juga kalian. Atau bahkan aku yang menjadi objek menyebalkan itu bagi kalian? Maafkan saya sodara..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar