Selasa, 10 Juni 2014

Love You...



Ketahuilah, saat hati ini tergerak untuk membenarkan, bukan berarti diri sudah benar dan sempurna. Khilaf kalian kini, mungkin menjadi khilafku di masa lalu. Kesalahan kalian kini, mungkin pernah menjadi kesalahanku dulu. Kalian tahu? Kini aku menyesal dan tak bisa memutar waktu. Yang bisa kulakukan hanyalah mencegah kalian terlambat menyadari kesalahan dan merasakan penyesalan.
Orang yang dapat mengoreksi kekurangan sahabatnya itu mahal, padahal saling menasihati dalam kebaikan itu sangat dianjurkan. Kita mungkin akan sangat mudah mengenali kesalahan dan kekurangan orang lain. Namun adakah keberanian dalam diri kita untuk menyampaikan kepada orang yang bersangkutan? Sangat jarang. Tinggallah kata-kata itu tersangkut di dalam kerongkongan tanpa pernah terucap oleh lidah.
Kita tidak pernah tahu, seberapa besar efek yang ditimbulkan jika kita berani mengoreksi kekurangan sahabat kita. Hanya butuh keberanian, bukan barang mahal tapi sangat langka. Analogikan saja sahabat kita adalah seseorang yang rajin telat. Semakin lama ia menjadi aktivis telat kelas akut sehingga demikian banyak orang yang menggunjing dan tidak menyukainya. Andaikan sedari awal kita mempunyai keberanian untuk menegurnya, saat kebiasaannya tersebut belum mendarah daging, mungkin hal buruk ini tidak pernah terjadi pada sahabat kita tercinta.
Ada kalanya kita merasa ragu untuk berkata karena tingkah laku kita yang masih ada cela. Cobalah berfikir dari sisi lain. Manusia tidak akan pernah sempurna. Jika untuk mengoreksi kita harus menjadi orang benar dulu, sampai mati pun kita tidak akan pernah berkesempatan untuk melakukannya. Apa salahnya kita menegur kekhilafan sahabat kita, lalu bersama-sama memperbaiki diri? Bukankah berjalan beriringan itu lebih indah dan mudah?
Kehadiranmu di hidupku adalah anugerah bagiku. Semoga kehadiranku di hidupmu membawa berkah bagimu. Kedekatan diantara kita bukan dikarenakan kita adalah orang baik, tapi semata-mata karena Allah masih mau menutupi aibku dari pengetahuanmu, pun aibmu dari pandanganku.
Jika engkau memiliki sahabat yang membawamu pada ketaatan kepada Allah, maka genggmlah ia erat-erat, jangan lepaskan.” –Imam Syafi’i-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar