Oh iya, perkenalkan namaku Alex. Usiaku 28 tahun. Kau tahu
Transworld? Perusahaan besar yang menghubungkan dunia atas dan dunia bawah.
Hanya melalui Transworld lah kedua penduduk dunia dapat bertemu. Sudah tiga tahun aku bekerja di sana, di bagian
Hubungan Antar Dunia (HAD). Di divisi HAD ini aku bertugas menangani segala
macam hal yang berasal dari dunia bawah, karena inilah aku tahu semua seluk
beluk kehidupan mereka. Sebenarnya aku memprioritaskan untuk menangani sesuatu
yang memberikan kontribusi positif bagi kedua dunia, namun ternyata terlalu banyak
masalah yang mereka kirimkan.
Tolong maafkan jika aku terlalu banyak berbicara tentang dunia
bawah, tapi memang inilah yang menarik untuk dibicarakan. Di sini, di dunia
atas, kami terlalu hidup makmur. Kami tidak kenal dengan yang namanya masalah, Semua
rakyat hidup dengan tenggang rasa yang tinggi.
Ada laporan yang baru-baru ini masuk ke meja kerjaku. Tentang
penyelenggaraan pemilihan pemimpin dunia bawah yang akan diadakan tahun depan.
Di laporan itu tertulis permohonan penayangan iklan di beberapa stasiun
televisi yang memang harus disetujui lebih dahulu oleh Trasnworld. Penasaran,
kuputar CD putih di hadapanku.
CD pertama, kedua, ketiga sudah kuputar. Semua CD itu hampir
berisikan hal yang sama. Dua calon pemimpin beramah tamah dengan rakyatnya,
membantu petani, menggendong bayi yang punya penyakit aneh, ikut membantu
bekerja di perusahaan kecil ataupun profesi lainnya, namun tidak saja kulihat
calon yang berperan menjadi tukang ojek. Kutebak CD keempat dan kelima pun
begitu. CD ini harus segera kuserahkan ke bagian broadcast. Menonton tiga CD
saja sudah membuat tertawa geli dan… jijik.
For your information, pemilihan pemimpin di dunia kami tidak
seperti itu. Tak ada pendekatan khusus dari para calon kepada kami, rakyatnya.
Tidak ada biaya untuk iklan atau apapun itu yang berhubungan dengan pencalonan
mereka. Di hari penghitungan suara, pasangan yang menang akan bertanya kepada rakyat,
memastikan apakah mereka yakin calon
yang menang tersebut dapat menjadi pemimpin yang baik. Jika minimal
80% suara menjawab ya, itu artinya
pasangan itu resmi menjadi pemimpin. Tidak ada yang sulit di dunia kami, karena
ingat: penduduk dunia atas sangat tenggang rasa dan mendahulukan kepentingan
umum.
“Hai, Bob. Kau loloskan iklan-iklan itu?” Tanyaku pada Bobby, rekan
kerjaku di bagian broadcast.
“Iklan? Ah ya, mereka memberikan penawaran yang menggiurkan bagi
transworld.” Jawabnya.
“Benar-benar bagi Transworld kan?” tanyaku memastikan.
“Tentu saja. Kau pikir aku seperti mereka yang mementingkan diri
sendiri?” ujarnya sambil tertawa. Kami berpisah di persimpangan lorong. Kantor
kami memang berlawanan arah.
Sebenarnya aku hanya penasaran mengapa iklan jelek itu lulus
sensor. Karena yang aku tahu Bobby bukanlah tipe orang yang mudah meluluskan
suatu proposal penayangan.
Oia, salah seorang temanku dari dunia bawah pernah mengeluh padaku.
Mengeluhkan tentang keadaan dunianya. Dia merasa muak dengan orang-orang di
sekitarnya yang tidak mau dikritik. Pernah ada satu tayangan TV , sebut saja
YK*, yang menerima banyak kritikan oleh penonton karena dianggap tidak
mendidik. Alih-alih menerima kritikan tersebut, pihak YK* malah menantang
dengan mengatakan “kalau merasa tayangan kami tidak mendidik, kenapa tidak
membuat tayangan lain yang mendidik?”Oh Tuhan, apa semua orang harus membuat
acara TV? Tiap orang punya profesi yang berbeda-beda kan? Apakah pantas
menanggapi sebuah kritikan dengan sikap seperti itu?
Yang kudengar, merekapun rajin mencari kambing hitam, tak ragu
bersumpah meski bersalah, suka membebek, ah terlalu banyak jika harus
kusebutkan satu-satu. Padahal dunia bawah sangatlah indah. Sebaga Negara
kepulauan, ia memiliki banyak pantai-pantai cantik. Itulah satu hal yang kami di sini tidak punya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar